MEDAN – Awal tahun 2026 akan dimulai dengan suguhan fenomena astronomi memukau: Bulan purnama Wolf Moon.
Fenomena ini diperkirakan terjadi pada 3 atau 4 Januari 2026, tergantung zona waktu, dan menjadi tontonan visual menarik bagi masyarakat Indonesia yang ingin menikmati langit malam.
Bulan purnama terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga seluruh permukaan Bulan disinari cahaya Matahari dan terlihat bulat sempurna di langit malam.
Baca Juga: Pujian dan Dzikir Bulan Rajab: Bacaan, Artinya, dan Cara Mengamalkannya Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang, asalkan kondisi langit cerah tanpa awan.
Asal-usul Nama Wolf MoonNama Wolf Moon berasal dari tradisi masyarakat di belahan bumi utara. Pada bulan Januari yang dingin, kawanan serigala terdengar melolong karena kelaparan.
Sebutan ini kemudian melekat sebagai identifikasi purnama pertama setiap tahunnya.
Selain Wolf Moon, sejumlah fenomena astronomi menarik lain akan terjadi pada Januari 2026:- 10 Januari: Oposisi Jupiter, di mana Jupiter terlihat lebih cerah dan besar dari biasanya.- 23 Januari: Bulan berada dekat Saturnus dan Neptunus, memerlukan teleskop atau teropong untuk pengamatan.- 31 Januari: Bulan sejajar dengan Jupiter, fenomena yang bisa dilihat langsung di malam hari.
Fenomena alam ini menjadi momen tepat bagi masyarakat, terutama penggemar astronomi, untuk mengamati keindahan langit malam dan mengabadikannya melalui fotografi.
Dengan Wolf Moon dan peristiwa langit lainnya, awal 2026 menghadirkan panorama langit yang menakjubkan bagi siapa saja yang bersiap menyambut tahun baru dengan pandangan ke langit.*
(mt/ad)