TAPSEL– Warga Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, masih terisolasi lebih dari sebulan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan itu pada 24 November 2025.
Jalan utama menuju desa tertimbun material longsor dan lumpur sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.
Sejumlah warga berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten segera membersihkan material longsor agar mereka dapat merayakan Tahun Baru di kampung halaman.
Baca Juga: Aceh Utara Siapkan 24 Hektare Lahan untuk Bangun 15.000 Rumah Korban Banjir "Tolong bantu kami mengorek longsor di Pasir Bidang, kami sangat butuh agar bisa pulang ke kampung kami," ujar Intan, warga Desa Simataniari, dalam siaran pers Pemprov Sumut, Sabtu (27/12/2025).
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meninjau lokasi terdampak dan menyampaikan bahwa pemerintah akan membantu pemulihan infrastruktur dan pertanian yang terdampak.
Ia meminta warga bersabar karena proses pemulihan dilakukan secara bertahap.
Sementara itu, Bupati Tapsel Gus Irawan memastikan akan menurunkan tim teknis untuk memperbaiki akses jalan yang terputus.
"Kami akan turunkan tim teknis ke sini, melihat kondisi lapangan, dan segera mengupayakan perbaikan akses jalannya," kata Gus Irawan.
Bencana banjir dan longsor di Tapsel termasuk yang terparah di Sumatera Utara, dengan catatan 88 orang meninggal, 127 luka-luka, dan 20 hilang.
Rumah, sawah, kebun, fasilitas umum, sekolah, dan tempat ibadah terdampak cukup luas, memerlukan bantuan pemulihan yang cepat dan menyeluruh.
Pemprov Sumut dan Pemkab Tapsel terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan warga mendapatkan hunian darurat, perbaikan infrastruktur, dan bantuan kebutuhan dasar hingga pemulihan ekonomi pasca bencana.*