PADANGSIDIMPUAN – Maraknya pencurian di RSUD Kota Padangsidimpuan memicu kekecewaan keluarga pasien.
Kejadian itu menimbulkan pertanyaan serius terkait pelayanan keamanan dan kenyamanan yang diberikan pihak manajemen rumah sakit.
Keluarga pasien, Enny Suryani dan adiknya Farida Agustina, menjadi korban pencurian saat menemani ibunda mereka menjalani perawatan intensif di ruangan Kamboja 4 RSUD Kota Padangsidimpuan.
Baca Juga: Sterilisasi Gereja dan Pengamanan Terbuka, Polres Gianyar Pastikan Natal Aman Barang berharga yang hilang antara lain handphone merek Oppo dan tas milik Farida Agustina.
"Sudah tiga hari kami menjaga ibu kami. Dinihari sekitar pukul 04.00 WIB, saat terbangun, kami mendapati pintu ruangan terbuka dan handphone serta tas sudah raib. Charger HP masih tergantung, tapi barangnya hilang," ungkap Enny Suryani, Jumat (26/12/2025).
Keluarga pasien sempat mencari petugas medis dan keamanan, tetapi sebagian petugas sedang tertidur di ruangan dekat meja piket lantai 2.
Ketika ditanya tentang rekaman CCTV, petugas menjawab bahwa perangkat sudah tidak berfungsi.
"Kami menilai manajemen RSUD Padangsidimpuan tidak peduli dengan keamanan pasien dan keluarganya. CCTV dan kunci pintu rusak sudah terjadi berulang kali tanpa ada perbaikan," tambah Enny.
Pihak manajemen RSUD membantah adanya pencurian, tetapi mengakui masalah kerusakan kunci pintu dan CCTV yang tidak berfungsi.
"Selama ini tidak pernah ada pencurian di ruangan tersebut. Kalau masalah kunci dan CCTV, akan segera diperbaiki," ujar Kabid Non Medis RSUD Kota Padangsidimpuan, Kombang Ali Yasin Dalimunthe, melalui pesan WhatsApp.
Kejadian ini menjadi sorotan masyarakat, mengingat keamanan dan keselamatan pasien seharusnya menjadi prioritas utama rumah sakit.
Banyak pihak menilai RSUD Padangsidimpuan perlu melakukan perbaikan sistem pengawasan dan fasilitas keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang.*