JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan hampir sebulan terakhir efektif menekan intensitas curah hujan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir dan longsor di wilayah terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa jumlah hari tanpa hujan tercatat lebih banyak dibanding hari dengan hujan selama operasi berlangsung.
Baca Juga: Kemendikdasmen Salurkan Tunjangan Rp 2 Juta untuk 16.500 Guru Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar "Jumlah hari tanpa hujan dalam sebulan terakhir tercatat lebih banyak dibandingkan hari dengan hujan," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Tanggap Darurat, Kamis (25/12/2025).
Meski demikian, beberapa titik masih mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Salah satunya di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang memicu banjir susulan. Abdul menekankan kondisi tersebut wajar mengingat sebagian besar wilayah Sumatera saat ini berada pada puncak musim hujan.
BNPB memastikan tim gabungan dari BNPB, BMKG, dan TNI akan terus melakukan upaya pengendalian hujan melalui skema operasi modifikasi cuaca.
"Hingga hari ini, tidak terdapat tambahan korban maupun dampak baru di luar kejadian banjir dan longsor sebelumnya," jelas Abdul.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi BNPB hingga Kamis sore, bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi ini telah mengakibatkan 489.864 jiwa mengungsi.
Korban meninggal tercatat sebanyak 1.135 orang, dengan 173 orang masih hilang.
Rincian korban per provinsi:- Aceh: 503 meninggal, 31 hilang, 466.667 mengungsi- Sumatera Utara: 371 meninggal, 70 hilang, 13.262 mengungsi- Sumatera Barat: 261 meninggal, 62 hilang, 9.935 mengungsi
Abdul Muhari memberikan apresiasi atas kerja sama semua pihak, mulai pemerintah daerah, relawan, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat yang terlibat aktif dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.*