MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Rabu (24/12/2025).
Total korban meninggal kini mencapai 1.129 jiwa, bertambah 17 orang dibanding rekapitulasi sebelumnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menyebut masih ada 174 orang hilang, dengan rincian Aceh 31, Sumut 71, dan Sumbar 72 orang.
Baca Juga: Jalur Tarutung–Sibolga Kembali Dibuka, Bobby Nasution Imbau Hati-hati Saat Nataru Jumlah pengungsi tercatat 496.293 orang, terbanyak di Aceh dengan 473.323 jiwa, diikuti Sumut 13.262 dan Sumbar 9.708 jiwa.
Abdul Muhari menambahkan, jumlah korban tewas masih dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan petugas dan masyarakat.
Pemerintah saat ini terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Sejauh ini, 12 Kabupaten/Kota telah menetapkan status transisi dari darurat ke pemulihan: empat di Aceh, empat di Sumut, dan empat di Sumbar.
Sementara wilayah lain memperpanjang status gawat darurat hingga akhir bulan, namun pekerjaan di lapangan sudah dilakukan paralel dengan persiapan hunian sementara dan hunian tetap.
"Kita harapkan di akhir Desember ini, seluruh Kabupaten/Kota terdampak yang memerlukan hunian sementara, pembangunannya sudah bisa dimulai," ujar Abdul Muhari.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp60 triliun untuk penanganan bencana pada 2026, berasal dari hasil penyisiran pos-pos anggaran kementerian dan lembaga di APBN.
Menteri Keuangan Purbaya Yudho Sadewa memastikan dana tersebut tersedia dan siap dicairkan kapan pun dibutuhkan.
"Tahun ini BNPB masih punya cadangan Rp1,3 triliun, pengajuan Rp1,6 triliun sudah masuk, jadi tidak ada masalah untuk pendanaan pembiayaan bencana," tegas Purbaya.