SIMALUNGUN – Sebuah video yang memperlihatkan Kapolsek Bangun, AKP R. Simarmata, melepaskan tembakan peringatan ke udara saat melerai keributan warga di Kecamatan Siantar viral di media sosial, Selasa (23/12/2025).
Dalam rekaman video amatir tersebut, terlihat warga terlibat keributan di Desa Rambung Merah.
Aparat kepolisian datang untuk menenangkan situasi, namun Kapolsek Bangun harus melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara.
Baca Juga: Hadirkan Semangat dan Harapan, Kapolda Sumut Rayakan Natal Bersama Pengungsi Banjir di Tapanuli Tengah Meski begitu, massa tampak tidak langsung merespons dan keributan tetap berlanjut.
Salah seorang warga, Hendro Sanjaya, menjelaskan kericuhan itu bermula dari pertemuan mediasi terkait status lapangan bola di desa tersebut.
Lapangan itu awalnya dihibahkan oleh pihak perkebunan untuk kepentingan masyarakat, namun kepala desa disebut berencana mengalihfungsikannya menjadi bangunan Koperasi Merah Putih.
"Warga menolak rencana itu karena dianggap sepihak. Lapangan bola ini hak masyarakat, bukan hak desa. Itu hibah dari perkebunan untuk warga," ujar Hendro.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut Kapolsek Bangun dan personel lain melakukan pengendalian massa, termasuk melepaskan tembakan peringatan, saat terjadi benturan fisik dan perusakan kerangka bangunan gerai Koperasi Merah Putih di lapangan.
"Kapolsek Bangun bersama personel melakukan upaya pengendalian massa, termasuk melepaskan tembakan peringatan ke udara. Saat itu polisi tengah mengamankan rapat pembahasan Koperasi Merah Putih," kata Ferry.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena memicu perdebatan tentang penegakan hukum, hak warga, dan prosedur pengelolaan fasilitas umum yang semestinya melalui musyawarah.*