TAPANULI SELATAN – Bencana tanah amblas di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, membuat ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang retak dan roboh.
Hingga Selasa (23/12/2025), warga masih menempati lokasi penampungan sementara yang disediakan pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bekerja sama dengan PTPN IV Regional 1 Batang Toru di Desa Marpinggan.
Camat Angkola Selatan, Dodi Kurniawan, menjelaskan lokasi relokasi seluas lima hektar di perkebunan PTPN IV Marpinggan telah disurvei oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tapsel dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Baca Juga: Wayan Koster Resmikan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun: Fokus Alam, Budaya, dan Ekonomi Berkelanjutan Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi langsung dengan pihak PTPN IV dan Bupati Tapsel, Gusrizal Irawan, untuk memastikan proses pembangunan hunian sementara berjalan lancar.
"Semua kebutuhan pokok dan obat-obatan di penampungan masih disubsidi pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Kami memastikan kebutuhan sehari-hari warga terpenuhi selama berada di lokasi penampungan," ujar Dodi Kurniawan.
Sebanyak 186 kepala keluarga terdampak berharap relokasi hunian dapat segera terealisasi agar mereka dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Salah seorang warga menyatakan, "Kami berharap hunian sementara cepat dibangun supaya anak-anak bisa sekolah dan aktivitas sehari-hari kembali normal."
Pemerintah Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan hunian sementara, sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan warga hingga kondisi tanah di Desa Tandihat stabil.*
(ad)