MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh terus meningkat.
Hingga Sabtu (20/12/2025) pagi, total korban jiwa tercatat 1.071 orang, naik tiga orang dari hari sebelumnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan, korban terbanyak berada di Aceh sebanyak 455 jiwa, diikuti Sumatra Utara 369 jiwa, dan Sumatra Barat 247 jiwa.
Baca Juga: Waspada! 127 Gunung Api Aktif Terpantau di Indonesia, Tiga Berstatus Siaga Sementara itu, korban hilang tercatat 185 orang.
"Jumlah warga terdampak yang masih mengungsi kini 526.868 orang, turun dari 537.185 orang pada hari sebelumnya," kata Abdul Muhari.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung di sejumlah wilayah, dengan Sumut di 4 sektor, Sumbar 5 sektor, dan Aceh di 6 kabupaten.
Pemerintah mulai mempercepat proses pemulihan, khususnya pembangunan hunian tetap dan sementara bagi warga terdampak. Infrastruktur dasar, termasuk konektivitas jalan nasional dan provinsi, juga mulai pulih.
Di Aceh, jalur strategis seperti Lhokseumawe–Langsa, Langsa–Kuala Simpang, dan Banda Aceh–Aceh Tengah sudah bisa dilalui meski masih dalam perbaikan.
Di Sumatra Utara, akses antarwilayah Padangsidempuan, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal sebagian besar sudah tersambung, dengan beberapa titik menggunakan jembatan darurat.
Sedangkan di Sumatra Barat, jalur Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai telah diperbaiki lebih dari 90 persen.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan, penanganan bencana di Sumatra menjadi prioritas nasional, dengan pengerahan penuh sumber daya kementerian dan lembaga.
"Kerja seluruh elemen masyarakat yang bahu-membahu dan keseriusan pemerintah dalam penanganan bencana ini diharapkan mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur masyarakat terdampak," ujarnya.