TAPANULI UTARA — Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menyatakan empat desa di wilayahnya masih terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.
Hingga pertengahan Desember ini, akses darat menuju desa-desa tersebut belum sepenuhnya pulih.
"Empat desa itu adalah Desa Siantar Naipospos dan Desa Pardomuan Nauli di Kecamatan Adiankoting, serta Desa Hutajulu Parbalik dan Desa Manalu Purba," kata Deni, Minggu, 14 Desember 2025.
Baca Juga: Ketua MPR Tinjau Dampak Banjir dan Longsor di Tapanuli, 5.000 Paket Bantuan Disalurkan Menurut Deni, terputusnya jalur transportasi darat akibat longsor dan kerusakan infrastruktur menjadi penyebab utama terisolasinya wilayah tersebut.
Kondisi ini membuat mobilisasi warga serta distribusi logistik masih terkendala.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur udara serta akses alternatif yang memanfaatkan wilayah kabupaten tetangga.
"Bantuan untuk masyarakat tetap berjalan, meskipun harus ditempuh dengan cara yang lebih terbatas," ujarnya.
Deni menegaskan pemerintah kabupaten bersama seluruh pemangku kepentingan terkait terus berupaya membuka kembali akses darat menuju empat desa tersebut.
Upaya ini mencakup pembersihan material longsor serta perbaikan ruas jalan yang rusak.
Ia berharap pembukaan akses darat dapat segera terealisasi agar aktivitas masyarakat kembali normal dan penanganan pascabencana dapat berjalan lebih optimal.*