MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan jumlah terbaru korban bencana banjir dan longsor yang melanda 19 kabupaten/kota di wilayah ini.
Hingga Sabtu (13/12/2025) pukul 19.09 WIB, tercatat 349 orang meninggal dunia dan 91 orang masih hilang.
Berdasarkan data BPBD, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 116 orang meninggal dan 57 orang hilang.
Baca Juga: Kepedulian Nyata! Satkom Warta Poldasu Salurkan 1.000 Paket Sembako Bagi Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang Disusul Tapanuli Selatan dengan 86 tewas dan 30 hilang, serta Kota Sibolga yang melaporkan 54 korban meninggal dan satu hilang.
Selain itu, tercatat 699 orang mengalami luka-luka, sementara total warga terdampak banjir dan longsor mencapai 1.758.283 orang.
Jumlah pengungsi saat ini tercatat 54.638 orang.
BPBD Sumut menegaskan bahwa data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian dan validasi di lapangan.
"Korban jiwa diperkirakan terus bertambah dengan masih banyaknya warga yang belum ditemukan," ujar Sri Wahyuni Pancasilawati, Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut.
Berikut sebaran korban tewas dan hilang:- Kabupaten Tapanuli Tengah: 116 tewas, 57 hilang- Kabupaten Tapanuli Selatan: 86 tewas, 30 hilang- Kota Sibolga: 54 tewas, 1 hilang- Kabupaten Tapanuli Utara: 36 tewas, 2 hilang- Kabupaten Deli Serdang: 17 tewas- Kabupaten Langkat: 13 tewas- Kabupaten Humbang Hasundutan: 10 tewas, 1 hilang- Kota Medan: 12 tewas- Kabupaten Pakpak Bharat: 2 tewas- Kota Padangsidimpuan: 1 tewas- Kabupaten Nias: 1 tewas- Kabupaten Nias Selatan: 1 tewas
BPBD Sumut terus mengerahkan tim evakuasi, relawan, serta aparat TNI dan Polri untuk mempercepat proses pencarian korban dan pemulihan wilayah terdampak.*
(d/ad)