LAMPUNG — Pembina Satgas Konflik Gajah dan Manusia di Kabupaten Lampung Barat, Sugeng Hari Kinaryo Adi, mengimbau masyarakat yang melintasi jalan penghubung Suoh-Tanggamus untuk berhati-hati terhadap kawanan gajah liar.
Saat ini, rombongan gajah tersebut berjumlah 18 ekor dan berada di jalan umum Suoh Lampung Barat menuju Semaka, Kabupaten Tanggamus.
"Untuk warga pengguna jalan Suoh-Tanggamus, baik roda dua maupun empat, harap selalu waspada dan berhati-hati karena rombongan gajah liar sedang berada di jalan," kata Sugeng di Lampung Selatan, Sabtu, 13 Desember 2025.
Baca Juga: Proyek SPAM Rp8,2 Miliar Jadi Sorotan, Dendi Ramadhona Diperiksa Kejati Lampung Kawanan gajah ini merupakan penghuni hutan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), namun belakangan sering memasuki permukiman warga dan merusak rumah di pinggiran kawasan hutan.
Berdasarkan pantauan Satgas, rombongan gajah sudah memasuki area permukiman warga sejak satu minggu terakhir.
Titik koordinat GPS yang terpasang pada salah satu gajah menunjukkan kawanan saat ini berada di jalan Pasir Putih, simpang Talang Sapar, tepatnya di area perkebunan karet milik Haji Muhari, Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh.
Sebelumnya, pada Jumat, 12 Desember 2025, kawanan gajah liar masuk ke permukiman dan merusak pemakaman umum di Pemangku (Dusun) Sinar Wayah, Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh.
Sugeng menekankan masyarakat tetap waspada dan tidak mencoba mendekati atau mengejar gajah, karena hewan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Satgas akan terus memantau pergerakan kawanan gajah untuk meminimalkan konflik antara manusia dan satwa liar.*
(at/ad)