LEMBATA, NTT — Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mencatat fenomena suara dentuman.
Berdasarkan laporan Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, suara gemuruh lemah terekam sepanjang Kamis (11/12/2025), mulai pukul 00.00 hingga 24.00 Wita.
Petugas PGA, Stanislaus Ara Kian, menjelaskan bahwa dentuman tersebut merupakan tanda aktivitas vulkanik fase erupsi, namun warga diminta tidak panik.
Baca Juga: Gaji Dipotong Tapi Tak Disetor? FSPMI Desak Pemprov DKI Tindak Indomarco dan PT PGA atas Dugaan Pelanggaran Upah "Terdengar gemuruh atau dentuman lemah, ini merupakan bagian dari fase erupsi gunung api. Warga dan wisatawan diimbau tetap tenang dan mengikuti protokol keselamatan," ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Selama periode pengamatan, tercatat sejumlah aktivitas seismik, antara lain:>Empat kali guguran lava dengan amplitudo 1,1-3,4 mm dan durasi 32-64 detik.>242 kali gempa embusan amplitudo 0,9-12,7 mm, durasi 24-37 detik.>Lima kali tremor non harmonik amplitudo 0,8-1,7 mm, durasi 249-363 detik.>Tiga kali gempa tektonik jauh amplitudo 103-198 detik.
PGA Ile Lewotolok menetapkan tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok pada Level II (Waspada).
Warga diminta tidak memasuki radius 2 kilometer dari kawah, dan menghindari sektor selatan, tenggara, dan barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas.
Stanislaus menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Warga juga disarankan mengikuti informasi resmi melalui media sosial @infobmkg atau kontak PGA setempat.*
(k/dh)