ACEH TAMIANG – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau posko pengungsian korban bencana alam di Jembatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Kamis (11/12).
Dalam kunjungan tersebut, Sigit memastikan warga terdampak mendapat pelayanan optimal dan menyalurkan bantuan logistik secara langsung.
Sekitar 240 warga menempati lokasi pengungsian yang telah dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari dapur lapangan dengan kapasitas 450 porsi per masak, trauma healing dengan 12 anggota tim, water treatment mampu memproduksi 16.000 liter air bersih per hari, hingga posko layanan kesehatan dengan 31 tenaga medis.
Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Tinjau Pengungsian Banjir Aceh Tamiang, Pastikan Makanan dan Layanan Aman bagi Warga Kehadiran Kapolri juga diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, antara lain Ketum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo, Dankor Brimob Irjen Ramdani Hidayat, Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan, Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, dan Karomulmed Divisi Humas Polri Brigjen Ade Ary Syam Indradi.
Dalam peninjauannya, Sigit menyerahkan enam truk berisi bantuan untuk masyarakat terdampak, meliputi alat pertolongan, bahan pokok, perlengkapan sekolah, PDL, selimut, hingga masker dan obat-obatan.
Beberapa bantuan yang disalurkan antara lain:- Truk 1: Chainsaw, pompa air, genset, mainan anak-anak, kain kafan.- Truk 2-3: Tandon air 1.100 liter, bahan bakar, pompa minyak, dan peralatan dapur.- Truk 4-6: Paket sembako, baju penanggulangan bencana, seragam sekolah SD-SMA, masker, selimut, obat-obatan, hingga stiker Polri.
Kapolri menegaskan, kehadiran Polri tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas pengungsian dan layanan darurat berfungsi optimal.
"Kita hadir untuk memastikan warga aman, sehat, dan mendapatkan bantuan yang layak," kata Sigit saat meninjau posko.
Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dijaga agar penanganan pascabencana berlangsung cepat dan tepat sasaran.
"Pemantauan dilakukan secara intensif, sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman," ujarnya.*
(ad)