JAKARTA – Sekitar 200 peserta dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar aksi damai memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).
Aksi ini melibatkan serikat buruh, mahasiswa, petani, dan organisasi masyarakat sipil.
Koordinator lapangan Ivan Ibrahim menyampaikan, kegiatan berjalan tertib dan aman berkat pengamanan komprehensif dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia.
Baca Juga: Pemkab Simalungun Gandeng LPSK RI untuk Tingkatkan Perlindungan Saksi dan Korban Tindak Pidana "Aparat Polri memastikan ruang publik bagi warga untuk menyampaikan pendapat tetap aman, tertib, dan humanis," ujarnya.
Massa aksi membawa sejumlah tuntutan, antara lain menghentikan tindakan represif terhadap aktivis rakyat, penyesuaian upah minimum buruh 2026, pengesahan regulasi ketenagakerjaan yang berpihak pada pekerja, serta pembebasan seluruh tahanan politik di Indonesia.
Lebih dari 20 organisasi ikut serta, termasuk KASBI, KPBI, API, FMN, SPK, KPA, Arus Pelangi, Greenpeace, dan FSPBI.
Ivan menegaskan, seluruh kegiatan berlangsung damai dari awal hingga selesai.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa situasi tetap stabil dengan pengaturan massa yang humanis, penjagaan area, dan pengawalan hingga peserta aksi membubarkan diri.
Dengan aksi ini, GEBRAK berharap pemerintah memperhatikan tuntutan kaum buruh dan masyarakat sipil agar hak-hak dasar tetap terjaga serta regulasi ketenagakerjaan semakin berpihak pada rakyat.*
(ad)