MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kenaikan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi 969 jiwa per Rabu (10/12/2025).
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan tambahan lima korban meninggal ditemukan di Langkat, Sumut, dan Padang Pariaman, Sumbar.
Sementara korban hilang tercatat 252 jiwa, turun dari 264 jiwa sehari sebelumnya.
Baca Juga: Putin Berbelasungkawa atas Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar Saat Bertemu Prabowo di Kremlin "Dari jumlah 964 jiwa pada Selasa (9/12), hari ini menjadi 969 jiwa, dengan ditemukannya tambahan dua korban di Langkat, Sumut, dan tiga korban di Padang Pariaman, Sumbar," kata Muhari dalam jumpa pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Rabu.
Aceh tercatat sebagai provinsi dengan korban meninggal tertinggi, mencapai 391 jiwa. Rinciannya, Aceh Utara 128 jiwa, Aceh Tamiang 58 jiwa, dan Aceh Timur 48 jiwa.
Korban hilang di provinsi ini mencapai 31 orang, dengan 4.300 jiwa lainnya mengalami luka-luka.
Di Sumatera Utara, korban meninggal tercatat 340 jiwa, tertinggi di Tapanuli Tengah 110 jiwa, Tapanuli Selatan 85 jiwa, dan Kota Sibolga 53 jiwa. Sebanyak 128 orang masih hilang dan 651 luka-luka.
Sementara di Sumatera Barat, korban meninggal tercatat 238 jiwa, tertinggi di Kabupaten Agam 181 jiwa, dengan 93 orang hilang dan 113 luka-luka.
Selain korban jiwa, bencana ini juga merusak ribuan rumah dan fasilitas umum.
Data lapangan BNPB menunjukkan 138.500 rumah, 668 fasilitas umum, 210 rumah ibadah, 153 fasilitas kesehatan, 261 gedung, 305 fasilitas pendidikan, dan 313 jembatan terdampak bencana.
Meski hampir dua minggu berlalu, pemerintah pusat belum menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional.
Beberapa daerah di Aceh, Sumut, dan Sumbar bahkan masih terisolir akibat banjir dan longsor.