MEDAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara kembali memperbarui data jumlah korban bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Hingga Selasa, 9 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 340 orang, sementara 128 orang masih dinyatakan hilang.
Informasi ini disampaikan BPBD Sumut melalui laporan resmi yang dibagikan Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae.
Baca Juga: Kemenhut Klarifikasi Kayu Terdampar di Pantai Lampung, Bukan Hasil Pembalakan Liar "Data sementara meninggal dunia 340 orang dan hilang 128 orang," demikian bunyi laporan BPBD Sumut.
Selain korban jiwa, laporan tersebut menyebutkan terdapat 651 orang luka-luka dan 1.777.827 warga terdampak akibat banjir dan longsor.
Adapun jumlah pengungsi saat ini mencapai 46.232 orang yang tersebar di berbagai pos darurat.
BPBD menegaskan bahwa data masih bersifat fluktuatif dan akan terus diperbarui seiring penemuan korban baru serta proses validasi data di lapangan.
Petugas juga memperkirakan jumlah korban jiwa berpotensi meningkat mengingat masih banyak warga yang belum ditemukan.
Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi daerah dengan angka korban tertinggi, yakni 110 orang tewas dan 93 hilang.
Tapanuli Selatan menyusul dengan 85 orang tewas dan 30 hilang.
Sebaran korban tewas dan hilang di Sumut adalah sebagai berikut:- Tapanuli Tengah: 110 tewas, 93 hilang- Tapanuli Selatan: 85 tewas, 30 hilang- Kota Sibolga: 53 tewas, 2 hilang- Tapanuli Utara: 36 tewas, 2 hilang- Deli Serdang: 17 tewas- Langkat: 13 tewas- Humbang Hasundutan: 9 tewas, 1 hilang- Kota Medan: 12 tewas- Pakpak Bharat: 2 tewas- Padangsidimpuan: 1 tewas- Nias: 1 tewas- Nias Selatan: 1 tewas
Upaya pencarian korban masih terus dilakukan, termasuk menggunakan anjing pelacak di beberapa wilayah yang terdampak parah dan sulit dijangkau.