MEDAN — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), telah menimbulkan dampak dahsyat bagi ribuan warga.
Tidak hanya korban jiwa, namun ratusan jalan dan puluhan jembatan rusak sehingga distribusi bantuan mengalami kendala.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mencatat pengungsi di sejumlah kabupaten kota terdampak mulai terpapar penyakit kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan rincian 6.433 kasus penyakit kulit dan 5.151 kasus ISPA.
Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Diberhentikan Sementara, Akan Jalani Magang 3 Bulan di Kemendagri Dikutip dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (9/12/2025) pukul 18.20 WIB, korban meninggal dunia tercatat 964 jiwa.
Kabupaten Agam di Sumbar menjadi wilayah dengan korban terbanyak, 180 jiwa, diikuti Aceh Utara 138 jiwa, Tapanuli Tengah 110 jiwa, dan Tapanuli Selatan 85 jiwa.
Selain itu, 291 orang masih dinyatakan hilang dan 5.000 lainnya terluka. Ribuan warga masih mengungsi, terutama di Aceh: Aceh Utara 299.500 orang, Aceh Tamiang 262.100 orang, dan Aceh Timur 238.500 orang.
Hamid Rijal Lubis memperingatkan, jika intervensi kesehatan tidak segera dilakukan, penyakit ini berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kondisi ini dipicu paparan air kotor, sanitasi yang menurun, serta kepadatan pengungsian yang tinggi.
Selain penyakit kulit dan ISPA, tercatat juga 1.065 kasus diare, 755 kasus Influenza Like Illness (ILI), 7 kasus Demam Berdarah Dengue, 534 kasus suspek tifoid, dan dua kasus campak di Deliserdang dan Tapanuli Tengah.
Sementara itu, kabar penemuan jasad korban banjir dalam mobil terbengkalai di Aceh Tamiang dibantah oleh Kapolres AKBP Muliadi.
"Setelah kami sisir dan periksa sepanjang jalan hingga SPBU Tanah Terban, tidak ditemukan mayat dalam mobil," ujarnya, Senin (8/12).
Pemerintah daerah bersama BNPB dan TNI/Polri terus mengupayakan evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan kesehatan untuk mencegah wabah dan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.*