MEDAN – Bencana banjir yang melanda wilayah Sumatra sejak akhir November 2025 terus menelan korban jiwa.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diakses melalui Geoportal Data Bencana Indonesia, total korban meninggal dunia hingga Sabtu (6/12/2025) pagi mencapai 883 jiwa.
Baca Juga: Tinjau Dampak Banjir di Padangtualang dan Tanjungpura, Gubernur Sumut Salurkan Sembako dan Air Bersih Rinciannya, Aceh tercatat 345 jiwa, Sumatra Utara 312 jiwa, dan Sumatra Barat 226 jiwa.
Selain itu, BNPB mencatat 520 orang masih hilang, dengan rincian Aceh 174 jiwa, Sumatra Utara 133 jiwa, dan Sumatra Barat 213 jiwa.
Dampak bencana juga meluas ke infrastruktur. Sebanyak 121.500 rumah dari 51 kabupaten terdampak, disertai 509 fasilitas pendidikan, 405 jembatan, 1.100 fasilitas umum, 221 gedung pemerintahan, 270 fasilitas kesehatan, dan 338 rumah ibadah rusak akibat banjir.
Kementerian/lembaga dan berbagai pihak terus menyalurkan bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, obat-obatan, popok, selimut, tenda, hingga matras.
Distribusi sebagian besar dilakukan melalui jalur udara, sementara pasokan bahan bakar minyak disuplai melalui jalur darat.
Pemerintah juga menyiapkan router Starlink untuk memastikan akses komunikasi tetap berjalan.
PLN tengah melakukan perbaikan listrik, sementara Polri mendapatkan mandat untuk membuka kembali jalur transportasi yang terputus akibat banjir.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan terus mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta tim tanggap darurat.*
(bi/ad)