ACEH – Sejumlah wilayah di Sumatera mulai menunjukkan pemulihan pascabanjir dan longsor.
Namun, beberapa titik di Aceh, terutama di Aceh Tengah dan Pidie Jaya, masih menghadapi kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan.
Lumpur basah yang menutup akses jalan dan banjir yang belum sepenuhnya surut membuat mobilisasi bantuan menjadi terhambat.
Baca Juga: Akhirnya Dibuka! Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi Bisa Dilalui Lagi, Jasa Marga Terapkan Contraflow Untuk memastikan percepatan penanganan di lapangan, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita melakukan peninjauan langsung ke Takengon dan Pidie Jaya pada Kamis, 4 Desember 2025.
Dalam sejumlah foto yang dirilis Puspen TNI, Tandyo terlihat menyusuri jalan pedesaan yang masih dipenuhi lumpur.
Batu-batu besar setinggi dua meter menumpuk di sisi jalan, sementara alat berat belum dapat menjangkau seluruh lokasi terdampak.
Di titik lain, Tandyo harus melewati genangan banjir setinggi lutut, sekitar 50 sentimeter.
Meski kondisi medan cukup berat, ia melanjutkan pemeriksaan terhadap posko pengungsian, dapur lapangan, hingga jalur distribusi bantuan logistik.
Tandyo memastikan penyediaan kebutuhan mendesak bagi warga—mulai dari makanan siap saji, air bersih, hingga perlengkapan harian—tetap berjalan.
Ia juga mengecek kesiapan layanan kesehatan, proses evakuasi warga, serta dukungan personel di lapangan.
"TNI terus mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk membantu masyarakat dalam masa tanggap darurat," ujar Tandyo dalam keterangan tertulis Puspen TNI, Jumat, 5 Desember 2025.
Ia juga berdialog dengan warga terdampak dan meminta jajarannya memperkuat koordinasi lintas instansi agar penanganan bencana berjalan lebih cepat dan terpadu.