TAPANULI SELATAN — Kepolisian Daerah Sumatera Utara mendirikan sejumlah posko pelayanan terpadu di wilayah Batang Toru dan sekitarnya sebagai upaya mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
Posko yang beroperasi selama 24 jam itu menjadi pusat layanan bagi para pengungsi, mencakup akses kesehatan, keamanan, hingga distribusi logistik.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, mengatakan pendirian posko terpadu merupakan strategi kepolisian untuk memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan secara merata.
Baca Juga: Wapres Gibran Pantau Penanganan Banjir Tapanuli Selatan, Kapolda Sumut Pastikan 1x24 Jam Siap Bantu Masyarakat "Kami membuat posko kesehatan, posko keamanan, dan dapur lapangan. Kami juga mendatangkan dokter dan perawat dari Polda Sumut demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," ujar Whisnu, Rabu.
Dapur lapangan menyediakan makanan siap santap setiap hari. Bahan kebutuhan pangan sebagian besar berasal dari Polda Sumut dan Mabes Polri melalui Kapolri, serta bantuan dari sejumlah polda di wilayah sekitar.
"Bantuan ini bukan hanya hari ini saja, tetapi akan terus dilakukan sampai situasi kembali pulih," katanya.
Selain memberikan layanan konsumsi dan kesehatan, Polri juga menurunkan tim pencarian korban serta mengerahkan anjing pelacak K9 yang didatangkan dari Mabes Polri.
Upaya itu dilakukan mengingat masih ada warga yang belum ditemukan pascabencana.
Whisnu menegaskan pendirian beberapa titik posko bertujuan mempermudah warga mengakses bantuan tanpa harus berpindah jauh dari lokasi pengungsian.
"Kami pastikan semua bantuan dapat menyentuh masyarakat secara merata," ujarnya.
Di sisi lain, Polri memperkuat penjagaan di wilayah terdampak guna mencegah potensi tindak kriminal seperti penjarahan maupun konflik sosial.
Banyak rumah warga ditinggalkan dalam keadaan kosong karena pemiliknya mengungsi.