KUALA SIMPANG — Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menempuh perjalanan darat menuju Aceh Tamiang pada Senin, 1 Desember 2025, untuk memastikan penanganan banjir berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Perjalanan itu dilakukan di tengah kondisi akses yang terputus dan cuaca ekstrem yang menyulitkan proses evakuasi di sejumlah titik.
"Saya harus tiba di Tamiang dan melihat langsung kondisi saudara-saudara saya yang terkena musibah, serta memastikan setiap langkah penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi," kata Marzuki setelah tiba di Kuala Simpang.
Baca Juga: Antisipasi Kepanikan dan Penimbunan, Polda Aceh Perketat Pengawasan 20 SPBU di Banda Aceh Setibanya di lokasi, Marzuki memerintahkan seluruh jajarannya memprioritaskan keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Ia juga meminta proses pendataan korban, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan mendesak dilakukan seakurat mungkin agar bantuan dapat segera disalurkan.
"Banjir ini bukan hanya menguji infrastruktur kita, tetapi juga solidaritas kita. Saya ingin memastikan setiap warga mendapatkan perlindungan dan bantuan secepatnya," ujarnya.
Marzuki turun langsung melihat kondisi permukiman dan fasilitas publik yang lumpuh akibat banjir besar.
Hampir seluruh aktivitas masyarakat berhenti total, termasuk layanan pemerintahan, Polres, dan Kodim setempat.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan Kapolres AKBP Muliadi turut mendampingi Kapolda selama peninjauan.
Dari hasil pemantauan, sekitar 90 persen wilayah Aceh Tamiang terdampak banjir dengan tingkat kerusakan yang dinilai "sangat parah".