BANDA ACEH – Tiga bupati di Aceh menyatakan ketidakmampuan mereka menghadapi dampak banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah masing-masing.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengungkapkan keterbatasan sumber daya dan kerusakan yang luas menjadi alasan utama mereka meminta campur tangan pemerintah pusat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pemerintah pusat telah turun tangan sejak awal dan akan terus memberikan dukungan, terlepas dari pernyataan ketidaksanggupan kepala daerah.
Baca Juga: Wujud Nyata Pengabdian, Universitas Aufa Royhan Kirim Bantuan Logistik Darurat untuk Korban Banjir dan Longsor di Tapanuli "Pemerintah pusat, mau dia masih mengatakan mampu, mau dia katakan menyerah, enggak mampu, pasti tetap akan bekerja, membantu, dan itu sudah sejak hari pertama," ujar Tito, Rabu (3/12/2025).
Tito menjelaskan, pemerintah pusat menilai sendiri kemampuan masing-masing daerah dalam menghadapi bencana.
"Kami menilai mana yang mampu, mana yang tidak. Yang kami anggap mampu pun tetap kami bantu. Apalagi yang mengatakan sudah enggak mampu, itu wajar karena berada di daerah yang tersulit," tambahnya.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (2/12) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Sumatra mencapai 744 orang, sementara 551 lainnya masih hilang.
Sejumlah wilayah di tiga provinsi pun masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Di Aceh, daerah yang masih terputus akses darat antara lain Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Di Sumatra Utara, wilayah sulit dijangkau meliputi Sibolga, sebagian Tapanuli Selatan, dan sebagian Tapanuli Utara.
Sementara di Sumatra Barat, daerah terisolasi termasuk Kecamatan Palembayan dan Tanjung Mutiara (Kabupaten Agam), Kecamatan Bayang (Kabupaten Pesisir Selatan), dan Kecamatan Malalo (Kabupaten Solok).
Pemerintah pusat melalui BNPB dan TNI-Polri telah menyalurkan bantuan logistik, menyiapkan posko darurat, serta memobilisasi personel untuk evakuasi warga terdampak.