PADANGSIDIMPUAN — Setelah dihantui kelangkaan bahan bakar bersubsidi sepekan terakhir, warga Kota Padangsidimpuan kembali dihadapkan pada persoalan baru: aliran air PDAM Tirtanadi yang mati total di sejumlah titik.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena air menjadi kebutuhan pokok untuk aktivitas harian.
Baca Juga: Warga Kota Padangsidimpuan Resah , Sudah Sepekan Terakhir Air PAM Tirtanadi Mati Total Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengaku kewalahan akibat tak mengalirnya air sejak beberapa hari lalu.
"Air tidak keluar sama sekali. Ini sangat mengganggu aktivitas kami—dari mandi, mencuci, sampai memasak. Kami tidak tahu apa penyebabnya," ujarnya kepada wartawan.
Ia berharap pihak PDAM Tirtanadi mendengar keluhan masyarakat.
"Belum selesai masalah BBM langka, sekarang air mati total. Kami benar-benar terdampak setelah kejadian longsor kemarin," katanya.
Tim media yang meninjau ke lapangan kemudian mengonfirmasi kondisi tersebut kepada Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Tapsel, Malintang.
Ia menjelaskan bahwa gangguan distribusi air disebabkan rusaknya jaringan perpipaan utama akibat longsor di kawasan penampungan induk Sisundung dan Sigumuru.
"Pipa kami terputus karena longsor. Sampai sekarang distribusi bahan dan alat untuk perbaikan masih terkendala medan yang sangat berat. Untuk melangsir pipa berdiameter 250 dan 200 milimeter di Desa Huta Koje, Sisundung, kami harus menempuh jalur lebih dari dua kilometer dengan kontur berbukit dan beberapa titik longsoran," kata Malintang.Ia menyebut tim teknis masih berupaya mempercepat pemasangan pipa baru agar aliran air dapat segera kembali normal.
"Kami mohon warga bersabar. Kami bekerja maksimal, sekalipun kondisi medan sangat menyulitkan. Atas nama PDAM, kami meminta maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan ini," ujarnya.
PDAM Tirtanadi memastikan perbaikan terus dikebut dan distribusi air akan kembali dialirkan begitu jaringan perpipaan utama tersambung.*