SIBOLGA — Sejumlah minimarket di Kota Sibolga, Sumatera Utara, masih memilih menutup operasional pasca-insiden penjarahan yang terjadi awal pekan ini.
Kepolisian bersama aparat gabungan TNI AD, TNI AL, dan Brimob diterjunkan untuk menjaga ketat titik-titik pusat perbelanjaan demi mencegah aksi serupa terulang.
Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, menyebutkan bahwa setidaknya dua gerai Indomaret dan satu Alfamart belum kembali beroperasi.
Baca Juga: Kelaparan Akibat Terisolasi, Warga di Bener Meriah Nekat Menjarah Indomaret Para pemilik minimarket disebut masih merasa khawatir setelah penjarahan yang sebelumnya viral di media sosial.
"Benar, tiga gerai minimarket di Sibolga masih tutup. Mereka belum berani membuka kembali," ujar Suyatno, Selasa, 2 November 2025.
Sebagai langkah antisipasi, aparat gabungan ditempatkan di lima lokasi perbelanjaan besar.
Penjagaan difokuskan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada pedagang dan masyarakat.
Lima titik yang dijaga ketat adalah: Swalayan AIDO, Nauli Swalayan, Pasar Sibolga Nauli, Pasar Inpres Sibolga, dan Pasar Kota Baringin.
"Supaya tidak terjadi kegaduhan seperti video yang viral kemarin. Sekarang aparat sudah siaga dan bantuan logistik juga sudah mulai berdatangan," kata Suyatno.
Ia berharap kehadiran aparat dapat mempercepat pemulihan kondisi Sibolga yang tengah dilanda dampak bencana.
Penjagaan terpadu ini diharapkan membuat aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal dalam waktu dekat.*