MEDAN – Sejumlah wilayah di Aceh masih mengalami isolasi pasca-banjir dan longsor yang melanda beberapa kabupaten di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan catatan pemerintah Aceh, tiga wilayah yang terdampak parah hingga kini masih sulit dijangkau adalah Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meminta dukungan segera dari pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, pembukaan konektivitas, dan penambahan logistik.
Baca Juga: Korban Bencana Sumatera Capai 604 Orang, 464 Masih Hilang "Kami berharap bantuan cepat dari pemerintah pusat, untuk menghindari memburuknya kondisi warga terdampak, terutama di daerah yang hingga kini masih sulit dijangkau," kata Nasir, Selasa (2/12/2025).
Nasir menegaskan ada tiga fokus prioritas yang membutuhkan intervensi pusat:
- Evakuasi warga terisolasi – Terutama di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.- Penambahan logistik darurat – Kebutuhan pokok seperti beras dilaporkan menipis karena akses darat masih terputus.- Pembukaan konektivitas – Beberapa jembatan dan ruas jalan putus total akibat banjir dan longsor.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti kebutuhan transportasi udara berskala besar, seperti pesawat Hercules, untuk mendistribusikan sedikitnya 500 ton logistik ke wilayah dataran tinggi Aceh Tengah dan Bener Meriah.
"Stok kebutuhan masyarakat di sana hanya cukup untuk dua hari lagi," ujarnya.
Di Sumatera Barat, BNPB mencatat lima lokasi masih terputus jalannya di Kecamatan Malalak, Matur, Palupuh, Palembayan, dan Koto Alam.
Sepuluh alat berat sudah diterjunkan untuk perbaikan darurat, dan tambahan 10 unit sedang diupayakan.
BNPB juga memfasilitasi pemulihan jaringan komunikasi agar penyaluran bantuan lebih efektif.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan pemerintah pusat akan membantu pemda yang terdampak bencana, termasuk yang menyatakan tidak mampu menangani sendiri.