SUMATERA BARAT-Kota Padang masih dilanda dampak banjir hebat yang terjadi beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, hingga Senin (1/12/2025), tercatat 4.446 jiwa warga terdampak masih berada di pengungsian, termasuk 810 orang kelompok rentan.
Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan, pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Pauh dengan 1.757 jiwa.
Baca Juga: Mahasiswa Unand Kesulitan Makan, Andre Rosiade Kirim 900 Nasi Bungkus Kecamatan Kuranji menampung 984 jiwa, Koto Tangah 844 jiwa, Nanggalo 835 jiwa, dan Lubuk Kilangan 36 jiwa.
"Sejumlah fasilitas pendidikan juga terdampak. Ada 32 sekolah yang rusak akibat banjir dan angin kencang," jelas Hendri.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, bencana ini berdampak langsung pada murid, guru, serta infrastruktur sekolah.
Beberapa sekolah bahkan difungsikan sementara sebagai pos pengungsian, di antaranya SD 41 Lori, SDN 02 Cupak Tangah, dan SMPN 29 Padang, serta fasilitas pendidikan lain di Sumatera Barat.
Selain itu, di Kabupaten Agam tercatat 3 guru meninggal dunia, 4 luka-luka, dan 5 hilang akibat bencana.
BNPB juga mencatat 96 unit fasilitas pendidikan terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Hendri menambahkan, pihaknya terus menyalurkan bantuan logistik dan memastikan kondisi pengungsi tetap terpantau.
Upaya evakuasi dan distribusi bantuan dilakukan bekerja sama dengan pemerintah kota dan relawan setempat.
Banjir yang melanda Padang menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan infrastruktur publik, khususnya di daerah rawan banjir.*