PADANGSIDEMPUAN - Warga Kota Padangsidimpuan menghadapi kekhawatiran baru selain kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi, yakni mati totalnya distribusi air bersih PAM Tirtanadi di beberapa titik kota sejak sepekan terakhir.
Gangguan ini membuat aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan memasak.
Seorang warga, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, "Matinya air PAM di rumah-rumah warga membuat kami galau. Anak-anak mau bersekolah, mandi di mana? Air sungai kini keruh dan tidak layak pakai. Ini sangat mengkhawatirkan," ujarnya, Senin (1/12/2025).
Masalah air bersih ini muncul pasca-bencana alam dan longsor yang terjadi sepekan lalu.
Warga mengaku kesulitan mencari alternatif air bersih karena kondisi sungai yang padat penduduk dan berwarna coklat, sehingga risiko kesehatan meningkat.
Tim media Bitvonline mengonfirmasi kondisi ini ke pihak PAM Tirtanadi.
Mora Saputra Harahap, pegawai bidang jaringan, menjelaskan bahwa sebagian saluran pipa di Sisundung mengalami kerusakan parah, sehingga reservoir air tidak mampu memenuhi kebutuhan kota.
"Sisundung merupakan titik paling vital, dibanding Si Gumuruh, sehingga jika rusak, aliran air terganggu total," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Cabang PAM Tirtanadi Padangsidimpuan Malintang belum memberikan tanggapan resmi meski pesan WhatsApp sudah centang dua.
Krisis ini menambah beban warga yang sebelumnya sudah terdampak kelangkaan BBM, mempertegas perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah dan pihak PAM untuk memulihkan pasokan air bersih dan layanan vital bagi masyarakat.*
(um)