HUMBAHAS – Upaya pencarian korban bencana longsor di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas, terus dilakukan oleh tim gabungan dari Pemkab Humbahas, Basarnas, dan TNI.
Hingga Senin (1/12/2025), proses evakuasi dan pembersihan material longsor masih berlangsung di medan yang cukup berat dan cuaca yang tidak menentu.
Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty menjelaskan, tim melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh area terdampak, mulai dari lereng tebing, aliran sungai kecil, hingga tumpukan material longsor yang mencapai beberapa meter.
Baca Juga: Prabowo Tinjau Lokasi Bencana Sumatera: Listrik Akan Pulih, Desa Terisolasi Akan Ditembus Alat berat digunakan bersamaan dengan pencarian manual menggunakan sekop dan cangkul, memastikan tidak ada titik yang terlewat.
"Upaya dilakukan secara maksimal, meski medan cukup berat dan cuaca sering berubah-ubah. Setiap personil di lapangan bekerja dengan hati dan semangat kemanusiaan," kata AKBP Arthur.
Bencana ini berdampak pada 199 warga, yang kini tinggal sementara di rumah kerabat.
Pemkab Humbahas telah mendirikan posko bantuan untuk menyediakan kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat.
Update terakhir hingga Minggu (30/11/2025) mencatat tujuh orang meninggal dunia, enam luka-luka yang menjalani perawatan intensif di RSUD Doloksanggul, dan dua orang masih dalam pencarian.
Selain pencarian korban, jalur penghubung Kecamatan Doloksanggul dan Pakkat telah dibersihkan sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, pengendara tetap diimbau waspada karena kondisi jalan masih licin dan rawan longsor susulan.
Kapolres Humbahas menambahkan, koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar proses evakuasi dan pemulihan berjalan lancar.
Ia berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan masyarakat diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.