SIBOLGA – Gudang Bulog Sarudik di Sibolga didatangi ratusan warga terdampak bencana banjir dan longsor sejak Sabtu (29/11/2025) sore.
Warga yang telah terisolasi sejak Senin (25/11/2025) terpaksa menerobos masuk ke gudang, merobohkan pagar dan mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalamnya.
Kepala Bulog Kanwil Sumatra Utara, Budi Cahyanto, menyatakan, "Kami memahami masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan."
Baca Juga: Update Banjir dan Longsor Deli Serdang: 8 Tewas, 4 Masih Hilang Hingga hari ketiga pascabencana, bantuan logistik belum dapat disalurkan karena seluruh jalur darat terputus.
Upaya pengiriman melalui udara juga terhambat oleh cuaca ekstrem, membuat Sibolga dan Tapanuli Tengah berada dalam situasi darurat pangan.
Sebelum kejadian di gudang Bulog, sejumlah ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Sibolga juga mengalami aksi penjarahan serupa.
Menanggapi hal ini, Pimpinan Cabang Bulog Sibolga telah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk memperkuat pengamanan, meski aparat lebih memprioritaskan penanganan korban bencana.
"Meski terjadi pengambilan paksa, persediaan pangan Bulog untuk masyarakat tetap aman. Stok beras kami masih mencapai 57.000 ton yang akan dikirim secara bertahap," ujar Budi.
Gudang Bulog Sarudik memiliki kapasitas 3.500 ton. Sebelum insiden, gudang menyimpan sekitar 2.400 ton beras, 43.000 liter minyak goreng, dan 30 ton gula kemasan.
Saat ini, Bulog Sumut bersama Kantor Cabang Sibolga masih mendata jumlah bahan pangan yang diambil warga.
Budi mengimbau semua pihak untuk mendukung penanganan pasca kejadian agar distribusi logistik dapat berjalan lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.*