TAPANULI UTARA – Jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, terus bertambah.
Hingga Sabtu (29/11/2025) malam, total korban meninggal mencapai 23 orang, sementara 28 orang masih dinyatakan hilang.
Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, menyebutkan identitas delapan korban yang baru ditemukan, antara lain Nerla Simanjuntak, Sumiati, dan Amelia Azhari.
Baca Juga: Kodam Bukit Barisan Kerahkan 555 Prajurit Tangani Banjir dan Longsor di Sibolga Tim SAR gabungan terus bekerja membersihkan longsor yang menutupi jalur utama agar evakuasi dapat berjalan lebih cepat.
Bencana yang terjadi sejak Kamis (27/11/2025) ini melanda tujuh kecamatan, termasuk Tarutung, Sipoholon, dan Pahae Jae.
Hujan intensitas tinggi selama beberapa hari memicu longsor di perbukitan dan menimbun 17 titik di Jalan Lintas Sumatera Tarutung–Sibolga–Tapanuli Tengah.
Selain itu, terdapat 10 titik banjir yang memutus akses warga dan mengisolasi sejumlah desa.
Tim SAR bersama TNI, Polri, dan relawan terus memastikan bantuan logistik dan evakuasi korban berjalan optimal.
"Kami mengupayakan pencarian korban hilang dan memastikan jalur transportasi kembali terbuka agar bantuan bisa sampai ke warga terdampak," ujar Walpon.
Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas setempat hingga kondisi wilayah benar-benar pulih.*
(k/dh)