TAPANULI TENGAH – Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan puluhan warga Tapanuli Tengah memaksa masuk ke salah satu minimarket untuk mengambil sejumlah barang, diduga makanan, di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Dalam rekaman itu, terlihat warga keluar dari minimarket dengan membawa berbagai barang yang diduga sembako, sementara kondisi di luar menunjukkan warga panik akibat terputusnya pasokan logistik.
Seorang warga, Aswan, menyampaikan, "Betul, hancur sekali di sini, sembako kosong, rumah warga banyak yang hanyut terbawa banjir."
Baca Juga: PT Sucfindo Kebun Matapao Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Pasar Baru Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan video penjarahan tersebut berada di Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Itu ditangani Polres Tapanuli Tengah," ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ferry menambahkan, penjarahan terjadi sebelum bantuan logistik yang dikirim lewat udara tiba di lokasi terdampak.
Peristiwa ini menyoroti kondisi darurat yang dihadapi masyarakat Tapanuli Tengah.
Meski tindakan penjarahan tidak dibenarkan secara hukum, warga yang terdampak bencana terpaksa mencari bantuan karena kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih belum sepenuhnya tersedia.
Pihak kepolisian bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait terus berupaya menyalurkan bantuan darurat agar warga terdampak dapat segera terpenuhi kebutuhannya dan situasi kembali kondusif.*
(d/ad)