BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan pembukaan akses jalur darat di wilayah terdampak banjir dan longsor menjadi prioritas utama.
Hal ini dilakukan agar logistik dan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat yang terisolasi.
"Penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh harus dilakukan secara cepat, terukur, dan tanpa jeda," kata Mualem saat memimpin Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025).
Baca Juga: MDMC Bersama LAZISMU Gerak Cepat Salurkan Bantuan Logistik dan Air Bersih ke 500 Warga Aceh Singkil Terdampak Banjir Mualem menilai bencana kali ini seakan menimbulkan dampak setara gempa dan tsunami 2004.
"Aceh seakan mengalami 'tsunami kedua'. Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan," ujarnya.
Dalam apel tersebut, Mualem menekankan seluruh personel harus memahami peran masing-masing, mulai dari membuka akses jalan hingga mempercepat distribusi logistik.
Semakin cepat bantuan sampai, kata dia, semakin cepat masyarakat terdampak mendapatkan penanganan.
"Kondisi di sejumlah wilayah sangat kritis, dengan beberapa gampong masih terjebak banjir dan tak dapat dijangkau. Kita juga harus selalu mengutamakan keselamatan personel, karena banyak titik rawan longsor dan banjir susulan," tambah Mualem.
Bencana banjir dan longsor di Aceh hingga saat ini telah memutus akses transportasi di banyak daerah, mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan puluhan desa terdampak.
Pemerintah daerah bersama tim SAR, TNI, Polri, serta relawan terus bergerak menyalurkan bantuan sembako, air bersih, dan kebutuhan medis.*
(d/ad)