LANGKAT- Puluhan keluarga di Kabupaten Langkat masih bertahan di posko pengungsian setelah banjir melanda sejumlah kecamatan, Kamis (27/11/2025).
Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat rumah warga terendam hingga pinggang orang dewasa, memaksa mereka meninggalkan harta benda dan mencari tempat aman.
Di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Kampung Lama, warga duduk berjajar di atas tikar yang dibentangkan di lantai, anak-anak bermain di sela-sela tumpukan bantuan sembako, sementara ibu-ibu menyiapkan lauk sederhana dari paket bantuan yang disalurkan pemerintah.
Baca Juga: Tim SAR Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Besitang, Jalinsum Lumpuh Total "Kami syukuri adanya posko ini. Kalau tidak ada bantuan, kami tidak tahu harus bagaimana," ujar Siti, salah satu warga terdampak banjir.
Bupati Langkat Syah Afandin meninjau langsung posko tersebut, menyerahkan paket sembako, obat-obatan, dan perlengkapan bayi.
Ia juga sempat menyapa warga satu per satu, memastikan kebutuhan mereka terpenuhi dan menenangkan anak-anak yang takut dengan air yang masih menggenangi beberapa kawasan.
Selain di Kampung Lama, bantuan juga disalurkan di Masjid Nurul Ihsan Tangkahan Lagan dan Puskesmas Desa Lama, yang difungsikan sebagai tempat penampungan sementara.
Bantuan mencakup beras, lauk pauk siap saji, perlengkapan bayi, tenda, selimut, dan obat-obatan.
Menurut Kepala Dinas Sosial Langkat, hingga kini terdapat enam posko pengungsian yang dikelola pemerintah.
Para petugas secara bergilir memastikan warga mendapatkan makanan, air bersih, serta layanan kesehatan dasar.
"Warga masih trauma dan kesulitan beraktivitas karena rumah mereka terendam. Kami berharap curah hujan segera reda sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing," kata Camat Sei Lepan, Martin.
Bupati Syah Afandin menegaskan, pemerintah akan terus memantau situasi dan memastikan bantuan berjalan merata.