TAPANULI SELATAN - Penanganan korban banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, memasuki fase darurat kemanusiaan.
Sebanyak sembilan jenazah korban yang disimpan di ruang alat Puskesmas Batang Toru dilaporkan mulai membusuk, Kamis, 27 November 2025.
Minimnya fasilitas penyimpanan jenazah dan krisis air bersih membuat proses pemulasaraan terhambat.
Baca Juga: Gelombang Bencana Terjang Tiga Kabupaten di Sumut: 13 Tewas di Tapsel, Ribuan Warga Mengungsi Aroma menyengat langsung tercium saat memasuki ruangan yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan jenazah.
Tanpa kantong mayat atau fasilitas pendingin, sembilan jenazah termasuk beberapa anak-anak diletakkan di lantai.
Lokasi tersebut berada hanya beberapa meter dari ruang perawatan darurat, membuat bau mayat tercium hingga area pelayanan medis.
Warga yang datang untuk mencari dan mengidentifikasi anggota keluarga terpaksa menutup hidung dengan masker.
"Bau sudah sangat menusuk, tapi kami tetap harus memastikan keluarga kami," ujar seorang warga.
Kondisi ini diperparah oleh minimnya pasokan air bersih.
Warga mengaku kesulitan memandikan jenazah karena aliran air terputus sejak banjir bandang menghantam wilayah itu.
Listrik padam, pompa air tidak bisa digunakan, sementara mengambil air dari sungai dinilai mustahil karena aliran masih deras dan kotor.
"Kalau tak ada air, pakai air galon saja," kata seorang warga kepada keluarga yang hendak memandikan jenazah.