LANGKAT — Banjir besar kembali menerjang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, setelah hujan deras tanpa henti mengguyur wilayah itu sejak Selasa malam.
Sedikitnya 10 kecamatan terendam, dengan Kecamatan Besitang menjadi daerah yang paling parah terdampak.
Bupati Langkat Syah Afandin mengatakan banjir kali ini mencapai level kritis.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Humbahas: 2 Warga Tewas, 5 Masih Hilang, 8 Rumah Hancur Sejumlah video yang beredar menunjukkan air sudah menyentuh atap rumah warga, sementara arus banjir semakin kuat seiring curah hujan yang belum mereda.
"Lebih kurang 10 kecamatan terdampak. Yang paling parah itu sekarang Besitang," ujar Syah Afandin, Rabu, 26 November 2025.
Selain merendam pemukiman, banjir juga memutus akses jalan utama yang menghubungkan Sumatera Utara dan Aceh.
Jalan lintas itu tak dapat dilalui kendaraan setelah seluruh badan jalan terendam derasnya arus banjir.
"Jalan antara Sumatera Utara dan Aceh terputus," kata Syah Afandin.
Pemkab Langkat bersama TNI AL dan relawan masih berupaya melakukan penyelamatan warga.
Namun proses evakuasi berjalan sangat lambat karena arus air terlalu kuat dan peralatan terbatas, terutama perahu karet.
"Kita coba evakuasi warga dengan sampan bekerja sama dengan marinir, tapi arusnya begitu deras karena hujan terus," ujar Afandin."Kemampuan kita terbatas, harapan kita tim SAR dari provinsi bisa segera turun membantu evakuasi."
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.