JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah atau Ijeck, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat mengantisipasi bencana alam susulan di Sumatera Utara (Sumut).
Hal ini disampaikan Ijeck menyusul terjadinya bencana alam yang menimbulkan korban jiwa di beberapa daerah, termasuk Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Nias, dan Nias Selatan.
"Saya menyampaikan duka mendalam terhadap korban-korban yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah di Sumatera Utara," kata Ijeck saat rapat bersama Kementerian PUPR, BMKG, dan BASARNAS di Gedung DPR RI, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: Viral Dugaan Pemerasan, Kapolda Sumut Copot Kabid Propam dan Kasubdit Paminal Dalam rapat tersebut, Ijeck menekankan pentingnya kesiapsiagaan alat-alat berat di lokasi rawan bencana untuk mencegah kerusakan parah akibat longsor dan banjir bandang.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat BMKG yang telah memberikan informasi peringatan dini terkait cuaca ekstrem dan potensi bencana.
"Jalan putus akibat longsor dapat memperlambat penanganan di lapangan dan berdampak pada ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, alat berat harus disiagakan di titik-titik rawan bencana," ujar Ijeck.
Selain itu, Ijeck mengusulkan pembangunan Retaining Wall atau dinding penahan tanah di sepanjang badan jalan yang curam di Sumut.
Menurutnya, langkah ini terbukti efektif dalam mengantisipasi kerusakan jalan, seperti yang ia saksikan di Jalan Nasional Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Kalau sudah terjadi longsor dan merusak jalan, biaya perbaikan akan jauh lebih besar. Retaining Wall dapat mengurangi risiko itu," tambahnya.
Ijeck menegaskan, pembangunan infrastruktur mitigasi bencana ini harus menjadi prioritas pada tahun anggaran 2026 agar dampak bencana alam dapat diminimalkan.*
(d/ad)