JAKARTA - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai kemunculan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam Forum Bloomberg New Economy di Singapura sebagai langkah tepat bagi seorang mantan kepala negara.
Ia menyebut Jokowi telah memasuki peran baru sebagai negarawan global setelah menuntaskan dua periode masa jabatannya.
"Sudah selayaknya seorang mantan presiden, apalagi untuk negara sebesar Indonesia, mengambil lebih banyak peran dalam forum-forum seperti ini," ujar Yunarto, Jumat, 21 November 2025.
Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Roy Suryo Cs Tak Bisa ke Luar Negeri Menurut Yunarto, pidato Jokowi yang berbicara mengenai pengalaman memimpin Indonesia selama satu dekade justru menunjukkan pergeseran peran mantan presiden yang tak lagi terikat pada kontestasi politik.
Terkejut dengan Penampilan Jokowi Berbahasa Inggris
"Selama menjabat, beliau sangat berhati-hati menerima interview dalam bahasa Inggris. Sekarang beliau menjawab langsung, dan memang ini yang seharusnya dilakukan seorang mantan presiden," ujar Yunarto.
Ia menyebut bahwa Jokowi kini berada pada posisi yang memungkinkan dirinya berbagi pengalaman dalam berbagai forum internasional, sebagaimana dilakukan para mantan presiden lain seperti Megawati Soekarnoputri maupun Susilo Bambang Yudhoyono.
Meski begitu, Yunarto meminta agar para mantan presiden Indonesia tidak terseret ke dalam kepentingan elektoral, terutama menjelang Pilkada.
Ia menyesalkan ketika mantan kepala negara termasuk Jokowi justru diundang untuk memberikan endorsement politik atau tampil sebagai juru kampanye.
"Saya sedih melihat mantan presiden menghabiskan waktu berbicara soal relawan atau kemudian digunakan kepentingan tertentu dalam Pilkada," kata dia.
Yunarto menegaskan bahwa posisi mantan presiden mestinya dimaksimalkan untuk kepentingan yang lebih luas: diplomasi, pengetahuan, dan kontribusi global.*