CILACAP – Tim SAR gabungan menghadapi tantangan baru dalam operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025).
Kondisi tanah di lokasi berubah menjadi lumpur tebal setelah diguyur hujan deras pada Sabtu (15/11/2025) sore.
Komandan Kodim 0703 Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz, mengatakan, hujan deras bahkan menyebabkan posko SAR terendam air.
Baca Juga: Tragedi Longsor Cilacap: 11 Tewas, 12 Masih Hilang, Pencarian Dilanjutkan Minggu Pagi "Kondisi di lapangan tanah seperti bubur. Ini menambah tantangan bagi kami, sehingga butuh kekompakan," ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian material longsor terbawa aliran air ke kawasan permukiman warga.
Lumpur bercampur air mengalir melalui sungai dan selokan, menutup jalan desa serta merendam areal persawahan di sekitarnya.
Kepala Kantor SAR (Basarnas) Cilacap, M Abdullah, menambahkan, meskipun kondisi tanah berubah, tidak ada pergeseran signifikan pada titik pencarian korban yang telah ditentukan. "Masing-masing workseat 500 meter per regu, sehingga kemungkinan pergeseran 1-2 meter masih terkendali," ujarnya.
Sejauh ini, jumlah alat berat yang diterjunkan ke lokasi mencapai 21 unit.
Area pencarian juga dipersempit dari lima titik menjadi empat, karena di salah satu titik seluruh korban telah dievakuasi meninggal dunia.
Kejadian ini menyoroti tantangan evakuasi saat bencana alam, khususnya ketika hujan memperparah kondisi tanah longsor.
Keselamatan tim SAR dan warga menjadi prioritas utama di tengah kondisi lapangan yang ekstrem.*
(k/dh)