DAIRI – Situasi di Mapolres Dairi memanas Rabu siang (12/11/2025) ketika sekelompok massa yang menuntut pembebasan pelaku kasus perusakan PT Gruti, berinisial PS, melakukan aksi anarkis.
Massa yang mayoritas perempuan itu menaiki mobil pick-up dan melempar batu, botol kaca, serta cabai giling ke arah petugas.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, menyatakan bahwa Polres Dairi sejak awal menempuh langkah persuasif untuk menjaga ketertiban.
Baca Juga: Dari Cekcok Giliran Biliar hingga Tragedi, Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Edward Sembiring "Penyampaian pendapat di muka umum dilindungi undang-undang, tetapi harus tertib, humanis, dan sesuai aturan," ujarnya.
Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, berdiri di garis depan sejak pukul 10.00 WIB bersama jajaran perwira, Dalmas, personel TNI, Satpol PP, dan BKO Polres Pakpak Bharat.
Namun, situasi memanas ketika massa mulai melempar batu dan botol ke arah aparat.
Petugas kemudian menembakkan peringatan ke udara, meski sebagian pelaku pelemparan tetap diamankan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Aksi massa bahkan mencapai tahap ekstrem dengan menyiramkan air cabai ke wajah aparat.
Akibatnya, sepuluh personel mengalami luka-luka, termasuk dua orang dengan cedera di kepala dan telinga yang dirawat di RSUD Sidikalang.
Kapolres dan pejabat utama Polres Dairi langsung menjenguk korban untuk memberikan dukungan moril.
Saat ini, massa yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan, sementara barang bukti sudah disita.
Ferry Walintukan mengingatkan masyarakat Dairi agar menjaga keamanan dan menyelesaikan persoalan secara bijak, menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.