CILACAP — Operasi pencarian dan pertolongan pascalongsor di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, terus digenjot Polri sejak Jumat, 14 November 2025.
Longsor dahsyat yang terjadi Kamis malam pukul 19.20 WIB itu diawali suara gemuruh dari perbukitan sebelum material tanah dalam volume besar meluncur dan menimbun permukiman warga.
Berdasarkan pendataan awal, 21 warga dilaporkan tertimbun.
Baca Juga: Marak Vila Ilegal Tak Bayar Pajak, Koster: Tidak Ada Ampun! Polri bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap bergerak cepat mendirikan Posko Tanggap Darurat untuk memusatkan komando penanganan bencana, sekaligus memastikan bantuan langsung tersalur kepada warga terdampak.
Sejak malam kejadian, Polri menyiapkan fasilitas tanggap bencana yang mencakup rumah sakit darurat, layanan medis cepat, area pengungsian, hingga pendampingan trauma healing untuk keluarga korban.
Sebagian besar warga kehilangan tempat tinggal dan mengalami tekanan psikologis akibat suara gemuruh hingga tertimbunnya rumah-rumah mereka.
Kapolresta Cilacap memastikan jajaran Polri berada di lokasi sejak menit-menit awal peristiwa.
Karena medan gelap dan tanah labil, pencarian malam hari dibatasi dan operasi dilanjutkan pukul 07.00 WIB hingga pagi ini.
Untuk mempercepat evakuasi, Polri mengerahkan 155 personel, terdiri dari 125 personel Polresta Cilacap dan 30 personel Brimob.
Empat anjing pelacak (K9) diterjunkan untuk memindai titik-titik yang diduga menjadi tempat korban tertimbun.
Medan berat memaksa tim menggunakan alat manual seperti cangkul dan senso, sementara penggunaan alat berat masih terhambat tebalnya material longsoran.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri bekerja all out dalam misi kemanusiaan ini.