MANDAILING NATAL –Komisi III DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah proyek pembangunan di wilayah Panyabungan dan sekitarnya.
Dalam kunjungan tersebut, para anggota dewan menyoroti sejumlah proyek infrastruktur yang belum rampung, termasuk pembangunan gedung Palang Merah Indonesia (PMI) yang dinilai "ironis" karena telah dianggarkan enam kali namun belum juga bisa difungsikan.
Ketua Komisi III DPRD Madina, Teguh, mengatakan pembangunan lanjutan gedung PMI tersebut kembali mendapat alokasi dana sebesar Rp 500 juta untuk tahap pembangunan tingkat dua.
Baca Juga: Kasus Korupsi Jalan Sumut, Rayhan Piliang Nangis Bacakan Pledoi: Cuma Bantu Ayah Cari Nafkah Namun, menurutnya, pekerjaan di tingkat bawah saja belum rampung.
"Kami merasa ironis. Gedung PMI ini sudah enam kali dianggarkan, tapi sampai hari ini belum bisa digunakan. Untuk tahap keenam ini saja nilainya Rp 500 juta, tapi bagian bawah saja belum selesai," ujar Teguh saat meninjau lokasi, Rabu (12/11/2025).
Ia menegaskan bahwa DPRD berharap ke depan Pemerintah Daerah dapat menyusun perencanaan pembangunan yang matang agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan proyek yang terbengkalai.
"Kami berharap Pemda ke depan memiliki perencanaan yang lebih baik sehingga pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Selain menyoroti proyek PMI, Komisi III juga meninjau peningkatan jalan Panyabungan–Pagur senilai Rp 1,4 miliar.
Proyek tersebut disebut telah mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO) dan kini memasuki masa pemeliharaan hingga Maret 2026.
"Kami berharap masyarakat ikut mengawasi. Bila ada kerusakan atau kekurangan di lapangan, tolong sampaikan ke kami dan pihak terkait agar kontraktor, dalam hal ini PT Gunung Kulabu, bisa segera menindaklanjuti," ujar Teguh.
Di lokasi berbeda, DPRD juga memantau pembangunan Puskesmas Panyabungan Jae yang menelan biaya Rp 2 miliar.
Berdasarkan hasil tinjauan, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 65 persen.