JAKARTA– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar pertemuan khusus bersama Dewan Penasehat di Sekretariat PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta.
Pertemuan ini membahas perkembangan PWI pasca-dualisme dan persiapan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan diselenggarakan di Banten.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyatakan bahwa persoalan dualisme kepengurusan di semua tingkatan, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, telah selesai dengan damai dan lancar.
Baca Juga: Tribrata Award Baru dari PWI-Polri: Penghargaan untuk Karya Jurnalistik Tentang Kepolisian "Alhamdulillah, dualisme PWI sudah terselesaikan di semua tingkatan," jelas Akhmad Munir, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama LKBN Antara.
Dalam kesempatan ini, Akhmad Munir menjelaskan bahwa pasca-terpilihnya sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, pihaknya membentuk tiga tim kerja: Tim Penyelesaian Dualisme Kepengurusan, Tim Verifikasi Keanggotaan, dan Tim Penyempurnaan PD/PRT. Menurutnya, langkah cepat ini menjadi kunci penyelesaian persoalan internal organisasi.
Rapat dihadiri secara langsung oleh Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, dan beberapa Dewan Penasehat seperti Dahlan Iskan, M. Noeh Hatumena, Basril Basyar, dan Kemal Effendi Gani.
Sejumlah penasehat lainnya mengikuti secara daring, termasuk Wakil Ketua Wanhat Ilham Bintang dan Sekretaris Sasongko Tedjo.
Ilham Bintang memberikan apresiasi terhadap kinerja cepat pengurus PWI Pusat. Ia menekankan pentingnya penyempurnaan PD/PRT, terutama terkait Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan, agar organisasi tetap berjalan sesuai prinsip profesionalisme.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pengurus dan dewan penasehat serta membahas sejumlah agenda kegiatan HPN 2026 Banten.
Salah satu fokus utama adalah memastikan kehadiran Presiden Prabowo Subianto bersama komunitas pers dari seluruh Indonesia.*
(M/006)