MEDAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden RI Prabowo Subianto terus berjalan di sejumlah sekolah negeri dan swasta di Kota Medan.
Namun, implementasinya sempat menuai sorotan setelah muncul laporan terkait lauk berlendir dalam menu MBG di SMP Negeri 2 Medan, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun.
Kasus ini mencuat sejak pekan ketiga September 2025, ketika sejumlah orang tua siswa melaporkan bahwa lauk yang disajikan dalam program MBG di sekolah tersebut tampak tidak layak konsumsi.
Baca Juga: Medan Helvetia Gempar! Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya, Suami Diamankan Polisi Beberapa siswa bahkan disebut enggan menyantapnya karena kondisi makanan yang berlendir.
Menurut informasi, Dewi Sri Indriati Kusuma bertugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMPN 2 Medan, sekaligus menjabat sebagai Kepala SMPN 18 Medan di Jalan Kemuning, Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia.
"Ibu itu (Dewi Sri Indriati Kusuma) di sini Plh Kepala Sekolah. Beliau rangkap jabatan sebagai Kepala SMPN 18 Medan dan lebih sering berkantor di sana," ujar seorang sumber di lingkungan sekolah yang enggan disebutkan namanya.
Namun, beberapa kali upaya konfirmasi ke SMPN 18 Medan tidak membuahkan hasil. Menurut petugas keamanan sekolah, Dewi Sri Indriati saat itu sedang berada di luar sekolah.
Kasus serupa kembali terjadi pada pekan kedua Oktober 2025, dengan keluhan yang sama dari siswa terkait kondisi lauk MBG di SMPN 2 Medan.
Hingga kini belum ada tanggapan dari Dewi Sri Indriati Kusuma.
Sementara itu, seorang pria yang diketahui sebagai pengantar MBG menggunakan mobil pick-up tertutup menjelaskan bahwa sekolah sebenarnya memiliki akses langsung untuk menyampaikan keluhan kepada dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kalau ada keluhan soal menu MBG, pihak sekolah sudah punya nomor kontak dapur SPPG-nya. Dapurnya di daerah Medan Polonia," ujarnya singkat.
Mengutip laman resmi Sekretariat Presiden, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi kronis seperti stunting.