SERDANG BEDAGAI– Pendeta Jawarman Simarmata, Gembala Sidang Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Top Revival di Dusun II, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, mengeluhkan kerusakan sejumlah peralatan elektronik di rumah ibadah akibat gangguan arus listrik.
Peristiwa terjadi pada Rabu, 22 Oktober 2025, ketika aliran listrik di wilayah tersebut tidak stabil dan tidak menyala dengan daya penuh. Akibatnya, empat unit pendingin ruangan (AC) dan beberapa bola lampu di gereja mengalami kerusakan.
"Arus listrik tidak full, sehingga menyebabkan kerusakan empat unit AC dan beberapa bola lampu di gereja kami," ujar Pendeta Jawarman Simarmata.
Baca Juga: BTN Luncurkan Tabungan HKBP, Dana Jemaat Bisa Salurkan Berkah untuk Gereja Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN Wilayah Pelayanan Sei Rampah, Andre Ginting, menjelaskan bahwa gangguan listrik dapat dipicu oleh faktor cuaca, termasuk petir.
"Apabila gangguan disebabkan oleh faktor alam seperti petir, PLN tidak dapat menanggung kerusakan alat elektronik pelanggan. Namun, saya akan memerintahkan tim untuk turun langsung ke lokasi," ungkapnya melalui pesan WhatsApp.
Pendeta Jawarman berharap PLN menunjukkan tanggung jawab sosial terhadap kerusakan peralatan elektronik di rumah ibadah. Hingga saat ini, empat unit AC dan sejumlah bola lampu di GSJA Top Revival masih belum berfungsi.
Gangguan listrik ini kembali menjadi perhatian warga dan pengurus rumah ibadah mengenai pentingnya penanganan cepat serta tanggung jawab penyedia layanan listrik terhadap kerusakan akibat arus yang tidak stabil.*