JAKARTA– Ketua MPR, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa wartawan memegang peran strategis sebagai "kata dan mata hati rakyat".
Menurutnya, pewarta tidak sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menyalurkan aspirasi, pertanyaan, dan ide-ide yang mewakili kepentingan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Muzani saat membuka acara Media Gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), Minggu (26/10/2025).
Baca Juga: 18 Peserta dari Seluruh Indonesia Ikuti UKW Muda Universitas Moestopo, 14 Lulus Kompeten "Dukungan dan peran kawan-kawan dalam profesinya sebagai pewarta membantu memberitakan apa yang menjadi tugas kami di MPR," ujarnya.
Muzani menekankan, wartawan kerap menghadirkan pertanyaan dan gagasan yang sebelumnya tidak terpikirkan, sehingga membantu MPR memahami isu-isu yang relevan bagi masyarakat. Lebih jauh, dia menyoroti peran wartawan dalam sejarah bangsa, termasuk kontribusi M Tabroni, wartawan asal Madura, dalam memperjuangkan penggunaan kata "Indonesia" sebagai bahasa nasional pada Kongres Pemuda I Tahun 2026. "Ini penting untuk menyatukan kita dengan semangat kebersamaan," kata Muzani.
Selain itu, Muzani menekankan bahwa wartawan adalah telinga dan kata hati rakyat. Mereka mampu merasakan kondisi masyarakat, baik ketika gelisah maupun gembira, sehingga kabar yang disampaikan dapat menjadi masukan bagi kinerja MPR.
"Pemahaman tentang masalah-masalah berbangsa dan bernegara perlu terus ditumbuhkembangkan di seluruh lapisan masyarakat. Wartawan berperan penting dalam memberikan edukasi agar kesadaran tentang ideologi bangsa tidak sekadar kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran kolektif," ujarnya.
Muzani juga menyinggung dinamika politik terkait wacana amendemen konstitusi.
Ia mengakui adanya perbedaan pandangan di masyarakat, dan melihat kemitraan dengan wartawan sebagai faktor penting untuk menyampaikan informasi secara akurat dan menyeimbangkan opini publik.
"Di saat negara dalam keadaan baik-baik saja, tanggung jawab menjaga ideologi sering dianggap tidak dibutuhkan. Inilah mengapa kemitraan kami dengan teman-teman wartawan menjadi sangat penting," tegas Muzani.
Acara Media Gathering KWP tersebut diikuti sejumlah pewarta parlemen dari berbagai media, dengan fokus memperkuat sinergi antara media dan lembaga legislatif dalam menyampaikan informasi yang tepat, akurat, dan edukatif bagi publik.*
(mt/M/006)