TAPANULI UTARA — Seorang pekerja tambang batu tewas tertimpa material galian C di Dusun III Raniate, Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), pada Kamis (24/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diketahui bernama Mangapul Manullang (45), warga Dusun Lumban Julu, Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Humas Polres Taput, W. Baringbing, saat dikonfirmasi, Sabtu (25/10/2025).
Baca Juga: Bareskrim Polri Sita 351 Kontainer Batu Bara Ilegal dari Kawasan IKN, Kerugian Negara Capai Rp5,7 Triliun "Benar, satu orang pekerja tambang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan batu di lokasi galian C," kata Baringbing.
Menurut keterangan polisi, korban bersama dua rekannya, Soniagam Nainggolan dan Jonter Manik, tengah bekerja memahat batu padas menggunakan martil di lokasi tambang.
Ketiganya bekerja pada area yang sama dengan jarak sekitar 50 meter antarpekerja.
Sekitar pukul 14.00 WIB, kedua rekan korban mendengar suara keras dari arah lokasi tempat Mangapul bekerja.
Mereka segera menghampiri sambil memanggil korban, namun tidak ada jawaban.
"Saat diperiksa, ternyata korban sudah tertimpa reruntuhan batu tersebut," ujar Baringbing.
Kedua saksi kemudian berusaha mengevakuasi korban dengan menggulingkan batu yang menimpanya, sebelum membawanya ke Rumah Sakit Tarutung. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan.
Menindaklanjuti insiden tersebut, tim Inafis Polres Taput telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti awal penyelidikan.
"Atas peristiwa itu, tim Inafis Polres Taput sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP sebagai dasar awal penyelidikan," terang Baringbing.