SUBANG — Selama puluhan tahun, masyarakat Indonesia percaya bahwa setiap tetes air dalam botol Aqua berasal dari mata air pegunungan yang murni.
Keyakinan itu terbentuk dari slogan yang tercantum jelas di setiap kemasan: "Setiap tetes Aqua berasal dari sumber air pegunungan yang terpilih."
Namun, keyakinan itu mendadak terguncang setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu fasilitas produksi Aqua di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Baca Juga: Air Kelapa, Solusi Alami untuk Pemulihan Tubuh dan Kesehatan Organ Tubuh Dalam kunjungan yang mendadak itu, Dedi menemukan bahwa sumber air yang digunakan berasal dari sumur bor, bukan dari mata air alami sebagaimana yang selama ini diklaim.
Slogan dan Fakta yang Tak SejalanTemuan tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi dan kejujuran perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) terbesar di Indonesia itu.
Slogan yang selama ini menjadi bagian dari strategi branding Aqua kini dipertanyakan keasliannya.
"Kalau airnya ternyata dari sumur bor, maka slogan di botol Aqua bisa dianggap menyesatkan. Ini bukan sekadar soal pemasaran, tapi soal kepercayaan publik," ujar M. Jamiluddin Ritonga, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Kamis (23/10/2025).
Ia menilai, praktik seperti ini berpotensi melanggar hukum karena dapat dikategorikan sebagai penipuan terhadap konsumen.
"Perbuatan seperti itu sudah masuk ranah pidana. Aparat hukum harus memprosesnya," tegasnya.
Puluhan Tahun Kepercayaan PublikAqua, yang berdiri sejak 1973 dan kini berada di bawah naungan Danone-Aqua, selama ini membangun reputasi sebagai pelopor air mineral berkualitas di Indonesia.
Kepercayaan itu tidak muncul begitu saja, ia dibangun lewat kampanye panjang, riset pasar, dan narasi tentang kemurnian alam Indonesia.
Namun, dengan munculnya temuan sidak Gubernur Jabar ini, publik merasa dikhianati.