PASURUAN – Setelah tiga bulan pencarian tanpa hasil, jasad Muhammad Syakur (30), warga Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, akhirnya ditemukan.
Jenazah korban ditemukan di bibir pantai Selat Bali, tak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Senin (6/10/2025) siang.
Kabar penemuan jasad ini dibenarkan oleh pihak keluarga. Sang adik, Zakhiyah, memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan kakaknya.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Petani Sawit, Koperasi Merah Putih Kelapa Sebatang Labura Dikembangkan Jadi Model Bisnis Potensial Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan identifikasi awal melalui barang pribadi, serta hasil uji DNA yang menunjukkan kecocokan.
"Kami mengenali dari KTP, SIM, dan ATM yang masih ada di dalam tas. Setelah hasil tes DNA juga cocok, kami yakin itu kakak kami," ujar Zakhiyah dengan suara lirih, Kamis (9/10/2025).
Penemuan jasad bermula dari laporan seorang nelayan yang melihat benda mencurigakan terdampar di pinggir pantai.
Saat didekati, nelayan tersebut mendapati sesosok tubuh manusia dalam kondisi yang sudah tidak utuh.
Tim SAR dan kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi jasad tersebut.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit di Bali untuk proses identifikasi.
Polisi menyatakan bahwa meski kondisi jasad telah rusak akibat lamanya berada di laut, sejumlah barang identitas yang ditemukan masih utuh dan menjadi petunjuk utama untuk memastikan identitas korban.
Usai proses identifikasi dan tes DNA rampung, jenazah Muhammad Syakur dipulangkan ke Kota Pasuruan pada Selasa (7/10/2025) malam.
Setibanya di rumah duka, jenazah disambut dengan isak tangis keluarga dan warga sekitar.