SIDOARJO – Proses evakuasi dan pengangkatan puing-puing bangunan yang roboh di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ditargetkan selesai paling lambat pada Minggu (5/10).
Percepatan ini dilakukan setelah tragedi runtuhnya gedung asrama putra tiga lantai yang terjadi pada Senin (29/9) sore lalu.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, yang bertindak sebagai On Scene Commander (OSC) di Posko SAR Gabungan, menyebut bahwa pekerjaan evakuasi diprediksi dapat rampung pada Sabtu sore atau paling lambat hari Minggu, berdasarkan perhitungan teknis di lapangan.
Baca Juga: Polisi Selidiki Runtuhnya Mushala Ponpes Al Khoziny, 53 Orang Masih Dicari "Kalau kami lihat dari perhitungan secara matematis, tentunya mungkin [selesai] sampai hari [Sabtu] sore besok, atau hari Minggu," ujar Nanang dalam keterangan pers, Jumat (3/10).
Hingga Jumat malam, progres pengangkatan puing menggunakan alat berat sudah mencapai sekitar 50 persen dalam dua hari terakhir.
Untuk mempercepat proses, Tim SAR Gabungan menerapkan strategi pencarian selama 24 jam tanpa henti selama dua hari ke depan.
Proses ini melibatkan dua pendekatan utama yang dilakukan secara simultan:
Penggunaan Alat BeratCrane dan eskavator dikerahkan untuk memindahkan struktur besar di sektor A1 dan A4, yakni bagian depan reruntuhan.Penyisiran ManualTim melakukan pencarian korban secara manual di sektor A2 dan A3, area yang telah diidentifikasi sebagai lokasi kemungkinan adanya korban.
Nanang menegaskan bahwa keselamatan petugas tetap menjadi prioritas.
Oleh karena itu, pencarian dilakukan secara bergantian di sisi yang berbeda, dan akan dihentikan jika situasi dianggap tidak aman.
Tragedi ini terjadi saat ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah.
Berdasarkan data terbaru hingga Jumat (3/10) malam, total korban yang telah dievakuasi mencapai 116 orang, dengan rincian:- 103 orang selamat- 13 orang meninggal dunia