SIDOARJO – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus mendalami penyebab ambruknya bangunan mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo.
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tim ahli konstruksi.
"Ini harus dilihat dari awal. Proses saat runtuhnya sudah kami dokumentasikan. Penyelidikannya harus menyeluruh dan kami juga harus ada panduan dari tim ahli konstruksi," ujar Nanang di Sidoarjo, Jumat (3/10).
Baca Juga: Khofifah dan Emil Dardak Pimpin Doa Bersama 4.000 Hafidz-Hafidzah untuk Korban Ponpes Al Khoziny Menurutnya, tidak mungkin menyimpulkan penyebab runtuhnya bangunan tanpa memahami proses pembangunan dari awal hingga selesai.
Oleh karena itu, polisi akan melibatkan para ahli, terutama di bidang teknik sipil dan konstruksi bangunan.
"Yang jelas, fokus utama kami saat ini adalah aspek kemanusiaan," tegas Kapolda.
Polda Jatim juga sedang melakukan pendataan korban yang terdampak insiden tersebut.
Pendataan dibagi dalam tiga klaster, yakni santri, pengurus pondok pesantren, dan para pekerja yang saat itu sedang berada di lokasi pembangunan.
"Saat ini masih proses pendataan, dan prioritas kami adalah penanganan kemanusiaan," jelasnya.
Dari seluruh data yang dihimpun hingga hari ini, tercatat sebanyak 53 orang masih belum ditemukan.
Proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, termasuk melibatkan alat berat.
Namun, seluruh proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati.